Aisvara.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Banten resmi menetapkan 58 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026.
Ajang ini dijadwalkan berlangsung di Kota Tangerang Selatan pada November 2026.
Penetapan tersebut diumumkan dalam agenda penyerahan Surat Keputusan (SK) KONI Banten kepada Ketua PB Porprov Banten 2026 yang digelar di Aula Blandongan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Kamis (30/4/2026).
Sebagai ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi, Porprov VII Banten diperkirakan akan menyedot perhatian luas.
Ribuan atlet, ofisial, dan masyarakat dari seluruh kabupaten/kota di Banten dipastikan akan hadir memeriahkan kegiatan ini.
Ketua KONI Banten, Agus Rasyid, menegaskan bahwa Porprov memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi olahraga.
Menurutnya, ajang ini menjadi tolok ukur hasil pembinaan atlet di masing-masing daerah.
“Porprov ini menjadi momentum penting bagi seluruh cabang olahraga untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus meningkatkan prestasi atlet daerah,” ujar Agus.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Banten, Roni Alfanto, memastikan bahwa jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan telah ditetapkan secara resmi melalui SK.
“Ada sebanyak 58 cabang olahraga yang akan dilombakan dalam Porprov Banten,” ujar Roni.
Puluhan cabang olahraga tersebut mencakup berbagai disiplin, mulai dari olahraga populer seperti sepak bola, bulu tangkis, bola basket, dan renang, hingga cabang yang tengah berkembang seperti e-sport, pickleball, cricket, dan IBCA-MMA.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan yang juga menjabat Ketua PB Porprov VII Banten 2026, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan apresiasi atas penetapan tersebut.
Ia menegaskan kesiapan penuh Kota Tangerang Selatan sebagai tuan rumah.
Menurut Pilar, pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait telah melakukan berbagai persiapan, termasuk penyediaan venue, dukungan teknis, serta kesiapan administrasi pelaksanaan.
“Porprov bukan hanya agenda Kota Tangerang Selatan, tetapi juga menjadi hajatan seluruh masyarakat Provinsi Banten,” kata Pilar.
Ia optimistis berbagai potensi kendala dapat diantisipasi melalui koordinasi yang intensif bersama KONI Banten, sehingga penyelenggaraan berjalan lancar dan sukses.
Hal senada disampaikan Ketua Umum KONI Kota Tangerang Selatan, Mahludin.
Ia menekankan kesiapan Tangsel untuk menjadi tuan rumah yang sukses baik dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi.
Menurutnya, Porprov 2026 menjadi peluang emas bagi atlet Tangsel untuk menunjukkan kemampuan terbaik di hadapan publik sendiri.
“Kami ingin Porprov ini bukan hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga sukses dalam prestasi. Atlet-atlet Tangsel harus menjadikan ini sebagai momentum untuk membuktikan kemampuan terbaik mereka,” tegas Mahludin.
Ia menambahkan, pembinaan terhadap atlet terus dilakukan secara intensif agar kesiapan mereka semakin matang menjelang pertandingan.
“Ini bukan sekadar menjadi tuan rumah, tetapi bagaimana Tangsel bisa meninggalkan prestasi dan kebanggaan bagi masyarakat. Kami ingin atlet Tangsel tampil maksimal dan menjadi kekuatan utama di Porprov nanti,” lanjutnya.
Sebagai tahap awal, rangkaian kegiatan Porprov VII Banten akan diawali dengan agenda kick off pada 3 Mei 2026.
Panitia juga tengah menyiapkan identitas resmi seperti jingle, maskot, dan logo sebagai bagian dari strategi promosi.
Namun demikian, panitia menegaskan bahwa seluruh elemen kreatif tersebut harus merupakan karya orisinal buatan manusia, bukan hasil kecerdasan buatan (AI), guna menjaga nilai autentisitas dan kebanggaan daerah.
Dengan total 58 cabang olahraga yang dipertandingkan, Porprov VII Banten 2026 diproyeksikan menjadi ajang olahraga terbesar di Banten sekaligus panggung pembuktian kualitas atlet daerah menuju prestasi yang lebih tinggi.








