Aisvara.id – Pasar Anyar Tangerang menghadirkan terobosan baru dalam pengelolaan sampah organik.
Melalui kerja sama antara pengelola Pasar Anyar dan Rumah Edukasi OC, limbah organik yang sebelumnya menjadi persoalan kini dimanfaatkan menjadi pakan ternak berkualitas tinggi lewat budi daya maggot Black Soldier Fly (BSF).
Program ini dinilai mampu mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus membantu peternak di Kota Tangerang memperoleh alternatif pakan dengan harga lebih terjangkau.
Pengelola Rumah Edukasi OC, Hok Tjuan Wula Djana, mengatakan metode budidaya tersebut dikembangkan setelah mengevaluasi sistem pengelolaan sampah konvensional yang membutuhkan waktu cukup lama.
“Kami menggunakan maggot teknik ring. Sampah yang masuk, seperti sisa makanan atau sayuran, diberikan sore hari dan pagi harinya sudah tuntas dimakan. Saat ini kami memiliki 30 unit dengan skala tujuh kg per ember, dan dalam waktu dekat akan ditambah 60 unit lagi,” pungkasnya.
Menurutnya, satu kilogram maggot dapat menghabiskan sekitar tiga hingga empat kilogram sampah organik setiap hari.
Dengan penambahan unit yang direncanakan, kapasitas pengolahan sampah ditargetkan mencapai 300 kilogram per hari.
Selain membantu mengatasi persoalan sampah, maggot hasil budidaya tersebut juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak ikan, unggas, hingga udang.
Kandungan protein yang dihasilkan pun cukup tinggi berdasarkan hasil uji laboratorium.
“Kami mengajak para peternak di Tangerang untuk datang ke Pasar Anyar. Kami mampu menyediakan pakan berkualitas dengan harga hampir separuh dari harga komersial,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pasar Anyar Achmad Junaidi mengungkapkan inovasi pengolahan sampah tersebut memberikan dampak besar terhadap kebersihan lingkungan pasar.
Sebelumnya, Pasar Anyar menghasilkan lima hingga enam kontainer sampah atau sekitar 20 hingga 24 ton setiap hari.
Kini, volume sampah yang dibuang berkurang drastis menjadi sekitar dua kontainer atau delapan ton per hari.
“Dampaknya luar biasa. Selain sampah organik yang diolah menjadi maggot, kami juga mengelola sampah anorganik seperti plastik, kardus, dan botol. Hasil penjualannya digunakan untuk tambahan kesejahteraan petugas kebersihan pasar,” jelas Junaidi.
Ia menambahkan, kawasan pengolahan sampah di Pasar Anyar ke depan akan dikembangkan menjadi pusat edukasi pertanian berbasis perkotaan atau urban farming.
“Ke depannya, area atas pasar ini tidak hanya jadi tempat olah sampah, tapi jadi pusat edukasi pertanian. Kita akan bangun urban farming di sini. Kita tunjukkan bahwa dari sumber masalah (sampah), kita bisa hasilkan berkah sekaligus ketahanan pangan,” harapnya.
Masyarakat, pelajar, maupun peternak yang ingin mempelajari sistem pengolahan sampah tersebut dapat mengunjungi Rumah Edukasi OC Unit Pengolahan Sampah Pasar Anyar yang berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.








