Monday, November 2, 2026
Aisvara.id
  • Home
  • News Update
  • Nasional
  • Umum
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Politik
No Result
View All Result
Aisvara.id
  • Home
  • News Update
  • Nasional
  • Umum
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Politik
No Result
View All Result
Aisvara.id
No Result
View All Result

Pemerintah Perkuat Perlindungan Anak di Era Digital, DPR Dukung Pembatasan AI dan Media Sosial

Kebijakan baru melalui SKB 7 Menteri dan Permenkomdigi 9/2026 dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan perlindungan tumbuh kembang anak.

LANI by LANI
June 10, 2026
in Opini, Teknologi, Uncategorized
269
Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya

Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya. Foto: Istimewa

1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Aisvara.id – Pemerintah mengambil langkah strategis untuk melindungi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Upaya tersebut diwujudkan melalui dua kebijakan penting yang mengatur pemanfaatan teknologi digital dan perlindungan anak di ruang siber.

You might also like

BRIN Kembangkan Katalis untuk Produksi Biofuel Ramah Lingkungan

Karhutla Berulang dan Pembiaran Negara Sebagai Pelanggaran HAM Tersistematis

Saat Teknologi Menghidupkan Kembali Gotong Royong Lewat Bantu Cari

Kebijakan pertama adalah penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) tujuh menteri mengenai pedoman pemanfaatan teknologi digital serta kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan.

Kebijakan kedua adalah penerapan Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026, yang merupakan turunan dari PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (TUNAS).

Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, menyambut baik langkah pemerintah tersebut.

Ia menilai kebijakan ini merupakan upaya penting agar teknologi dapat dimanfaatkan secara sehat dan bertanggung jawab oleh generasi muda.

“Teknologi digital dan kecerdasan buatan merupakan bagian tak terpisahkan dari perkembangan zaman. Namun, anak-anak tidak boleh mengaksesnya tanpa batas dan tanpa pendampingan. Regulasi ini menjadi cara untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan perlindungan tumbuh kembang anak,” ujar Atalia dalam keterangan resminya dikutip Selasa (17/3/2026).

Pembatasan AI Generatif untuk Pelajar

Dalam SKB tersebut, pemerintah menetapkan pembatasan penggunaan layanan kecerdasan buatan generatif instan bagi siswa di tingkat pendidikan dasar hingga menengah.

Beberapa platform yang masuk dalam pembatasan antara lain ChatGPT, Gemini, dan Claude.

Pembatasan ini bertujuan menghindari dampak negatif terhadap perkembangan kognitif anak, seperti fenomena brain rot penurunan kemampuan berpikir kritis akibat konsumsi konten digital pasif serta cognitive debt, yaitu ketergantungan pada teknologi yang membuat proses berpikir mandiri menjadi lemah.

Menurut Atalia, proses belajar seharusnya menekankan kemampuan berpikir dan memahami persoalan, bukan sekadar memperoleh jawaban secara instan.

“Anak-anak perlu melalui proses berpikir. Jika proses itu dilewati karena terlalu bergantung pada teknologi, maka berisiko melahirkan generasi yang cepat mendapatkan jawaban, tetapi kurang memahami persoalan secara mendalam,” katanya.

Penertiban Akun Media Sosial Anak

Selain pengaturan penggunaan AI di sekolah, pemerintah juga membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sebagaimana diatur dalam Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah akan melakukan penertiban akun anak-anak pada berbagai platform digital seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, serta Roblox.

Penertiban ini dijadwalkan mulai berlangsung secara bertahap pada 28 Maret 2026.

Langkah tersebut sejalan dengan tren kebijakan global.

Sejumlah negara seperti Prancis, Australia, dan Amerika Serikatjuga mulai memperketat akses media sosial bagi anak-anak demi melindungi kesehatan mental serta keamanan digital mereka.

Paparan Digital Anak Meningkat

Berdasarkan data dari UNICEF, lebih dari 70 persen anak usia sekolah telah terpapar internet sejak usia dini.

Sementara riset dari Common Sense Media menunjukkan anak berusia 8 hingga 12 tahun rata-rata menghabiskan sekitar lima jam per hari di depan layar digital.

Atalia menilai pembatasan tersebut bertujuan melindungi generasi muda dari berbagai potensi risiko di ruang digital.

“Paparan digital yang terlalu dini dapat memengaruhi kesehatan mental, pola tidur, kemampuan konsentrasi, bahkan hubungan sosial anak. Karena itu negara perlu hadir untuk memastikan ruang digital tetap aman bagi mereka,” ujarnya.

Peran Orang Tua dan Sekolah Tetap Penting

Meski regulasi telah disiapkan pemerintah, Atalia menegaskan keberhasilan kebijakan tersebut sangat bergantung pada peran keluarga dan lembaga pendidikan.

Menurutnya, orang tua dan guru tetap menjadi pihak utama yang mendampingi anak dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat literasi digital sejak dini agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak ketika sudah cukup umur.

“Tujuan kebijakan ini bukan untuk melarang teknologi, tetapi memastikan anak-anak siap secara mental, intelektual, dan sosial sebelum benar-benar terjun ke dunia digital yang semakin kompleks,” katanya.

Dorongan Penguatan Literasi Digital

Sebagai langkah lanjutan, Atalia mendorong beberapa strategi agar kebijakan tersebut berjalan efektif.

Di antaranya adalah penguatan literasi digital nasional bagi orang tua, guru, dan siswa agar memahami risiko serta manfaat teknologi.

Selain itu, ia juga mendorong pengembangan kurikulum kecerdasan buatan secara bertahap agar pelajar dapat mengenal teknologi AI secara edukatif dan bertanggung jawab sesuai usia mereka.

Pemerintah juga diharapkan menyediakan platform edukasi digital yang ramah anak dan mendukung pembelajaran kreatif tanpa memicu ketergantungan teknologi.

Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan platform digital juga diperlukan untuk memastikan keamanan data serta perlindungan anak di ruang siber.

“Teknologi seharusnya memperkuat kecerdasan manusia, bukan menggantikannya. Anak-anak kita harus tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter, bukan sekadar generasi yang bergantung pada teknologi,” tutup Atalia.

Tags: DPR RIEra DigitalTeknologiTUNAS
LANI

LANI

Related Posts

Suhu Tembus 39 Derajat, Ribuan Titik Panas Mengancam Indonesia

BRIN Kembangkan Katalis untuk Produksi Biofuel Ramah Lingkungan

by LANI
October 23, 2026
0

Aisvara.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mengembangkan teknologi katalisis untuk mengolah minyak nabati menjadi bahan bakar terbarukan....

Karhutla Berulang dan Pembiaran Negara Sebagai Pelanggaran HAM Tersistematis

Karhutla Berulang dan Pembiaran Negara Sebagai Pelanggaran HAM Tersistematis

by LANI
October 18, 2026
0

Oleh: Mohamad Rizki Tanarubun Aisvara.id - Setiap kali musim kemarau menyapa, ruang publik kita selalu dihadapkan pada skenario usang yang...

CEO Bantu Cari, Muhammad Arbani

Saat Teknologi Menghidupkan Kembali Gotong Royong Lewat Bantu Cari

by LANI
October 4, 2026
0

Aisvara.id - Konsep gotong royong kini tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial di lingkungan masyarakat. Semangat saling membantu juga mulai...

Bedah TKA di Pekalongan Tak Cuma Bongkar Soal, Guru Diajak Ubah Cara Mengajar

Bedah TKA di Pekalongan Tak Cuma Bongkar Soal, Guru Diajak Ubah Cara Mengajar

by LANI
September 30, 2026
0

Aisvara.id - Menghadapi pola asesmen yang terus berkembang, guru dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran. Pemahaman terhadap karakteristik soal dan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

BNI menghadirkan layanan keuangan digital bagi mahasiswa Indonesia yang akan kuliah di Hong Kong

BNI Permudah Akses Layanan Keuangan Digital bagi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong

August 5, 2026
Bambang Soesatyo, Anggota DPR/Ketua MPR ke-15/Ketua DPR ke-20/Ketua Komisi III DPR ke-7/Dosen Pascasarjana (S3) Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya, dan Universitas Pertahanan (Unhan).

Jujur Kepada Presiden demi Rumusan Keputusan yang Arif dan Bijaksana

June 10, 2026
Pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) akan kembali digelar pada 30 Juli – 9 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang

GIIAS 2026 Buka Tiket Presale Diskon 50 Persen, Puluhan Mobil Baru Siap Meluncur

July 2, 2026

Category

  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Nasional
  • News Update
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Teknologi
  • Umum
  • Uncategorized

Tags

#indonesia Ai Artificial Intelligence Arus Mudik BMKG BRIN DPR DPR RI Event Hotel Fakultas Hukum UI GIIAS GIIAS 2026 Haji Haji Indonesia Harga Plastik Hotel Santika Ibadah Haji Idul Fitri 1447 H KAI Kemarau Kemenag Kemenhaj Kemenhub Kesehatan Komdigi Kota Tangerang Makan Bergizi Gratis Mudik Mudik 2026 Mudik Lebaran 2026 Olahraga Pameran Otomotif Pelecehan Seksual Pendidikan Piala Dunia 2026 Plastik Prabowo Subianto Presiden Puasa Ramadan 2026 Sampah Sinar Mas Land Teknologi Tips Kesehatan UMKM

About

Portal berita dan informasi digital yang menyajikan update terkini seputar AI, teknologi, isu nasional, pemerintahan, dan olahraga. Website ini memiliki struktur kategori yang jelas, sistem multi-penulis, fitur pencarian dan filter, serta fokus pada berita real-time, tren, dan inovasi digital.

Categories

  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Nasional
  • News Update
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Teknologi
  • Umum
  • Uncategorized

Browse by Tag

#indonesia Ai Artificial Intelligence Arus Mudik BMKG BRIN DPR DPR RI Event Hotel Fakultas Hukum UI GIIAS GIIAS 2026 Haji Haji Indonesia Harga Plastik Hotel Santika Ibadah Haji Idul Fitri 1447 H KAI Kemarau Kemenag Kemenhaj Kemenhub Kesehatan Komdigi Kota Tangerang Makan Bergizi Gratis Mudik Mudik 2026 Mudik Lebaran 2026 Olahraga Pameran Otomotif Pelecehan Seksual Pendidikan Piala Dunia 2026 Plastik Prabowo Subianto Presiden Puasa Ramadan 2026 Sampah Sinar Mas Land Teknologi Tips Kesehatan UMKM

Recent Posts

  • Siloam Hospitals Mampang Hadirkan 7 Program Skrining Tulang dan Sendi
  • Dari Meeting hingga Pernikahan, Atria Hotel Gading Serpong Tawarkan Venue Elegan

© 2026 aisvara.id - News Portal All Right Reserved. Made by rezy

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News Update
  • Umum
  • Bisnis
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
  • Nasional
  • Teknologi
  • Lifestyle

© 2026 aisvara.id - News Portal All Right Reserved. Made by rezy